Emilyhillwriter.com, Adakah diantara Kamu yang belum mengenal kue basah bernama bika Ambon? Dijamin semua sudah mengenalnya karena termasuk jenis kue basah yang sering ada di berbagai acara pesta maupun syukuran.

Entah itu arisan keluarga, jamuan makan saat resepsi, kondangan, dan juga sering dipilih sebagai menu kudapan dan camilan manis di rumah. Dilihat dari namanya dijamin Kamu akan mengira kalau kue ini berasal dari Ambon, padahal sejarahnya tidak demikian.

Jadi aslinya kue basah ini merupakan hasil modifikasi dari kue yang berasal dari Melayu bernama Bingka, namun pada adonan ditambah bahan pengembang. Hasilnya kue basah modifikasi ini memiliki tekstur berlubang-lubang seperti spons atau katakanlah sarang semut ketika dibelah.

Pertama kalinya kue ini dijual di Medan tepatnya di Jalan Ambon, sejak saat itu banyak masyarakat mendatangi jalan ini untuk membelinya. Lambat laun bingka modifikasi pun mulai dikenal dengan nama tersebut.

Nah, Kamu yang tertarik mencicipinya karena baru mendengar namanya untuk pertama kali bisa datang ke toko kue, swalayan, bahkan order ke sebuah toko online khusus kue. Biasanya penjual akan menyediakan pilihan dalam bentuk kotak atau persegi panjang per dus, ada pula yang dijual secara ekonomis dalam bentuk potongan kecil.

Awalnya kue basah ini memiliki rasa original manis berwarna kuning keemasan namun kini sudah bisa ditemukan dengan rasa coklat yang menggoda iman.

Tips Anti Gagal Membuat Kue Bika

Cara Membuat Bika Ambon Medan
Bika Ambon Medan

Kalau merasa membeli bika ambon kurang sehat cobalah membuatnya sendiri, dijamin tidak akan gagal apalagi jika menyimak tips di bawah ini:

  1. Pastikan memakai air kepala dan santan segar

Salah satu rahasia menjadikan kue bika ini terasa gurih adalah dengan menambahkan santan sekaligus air kelapa. Supaya rasa gurihnya maksimal wajib memakai kedua bahan ini dalam kondisi segar sehingga perlu dibeli ketika kue akan dibuat. Jangan sampai memanfaatkan persediaan yang tersimpan lama di kulkas.

  1. Baiknya adonan didiamkan sekitar 2 jam

Ciri khas kue bika yang wangi dan gurih ini adalah memiliki lubang-lubang kecil pada adonan kuenya ketika dibelah saat hendak disantap. Lubang seperti sarang semut ini berasal dari penambahan ragi ke dalam adonan sebelum dipanggang ke dalam oven.

Supaya sarang semut terbentuk baiknya mendiamkan adonan kue selama 2 jam, tidak boleh kurang supaya ragi bereaksi dengan adonan dan kalau matang dijamin terlihat sempurna.

  1. Panaskan dulu loyang yang dipakai

Keunikan dalam proses pembuatan kue bika ini adalah kewajiban untuk memanaskan loyang sebelum dituangi adonan kue. Mengapa? Jika selama ini kue yang dipanggang hanya perlu memanaskan oven agar tidak bantat dan kue mengembang sempurna.

Lain halnya pada saat membuat kue basah satu ini karena loyangnya pun wajib dipanaskan dulu agar bika tidak bantat ketika dikeluarkan dari oven. Salah satu tanda loyang sudah panas adalah dengan meneteskan adonan dan tunggu sampai keluar bunyi mendesis.

  1. Adonan di dalam loyang jangan sampai diaduk

Berhubung dalam pembuatan adonan ditambahkan ragi maka ketika dituang ke dalam loyang akan muncul buih entah kecil ataupun besar. Apa yang akan Kamu lakukan? Dijamin secara refleks akan mengaduk adonan supaya gelembung tersebut pecah dengan harapan adonan setelah matang menjadi sempurna.

Namun tindakan ini malah merusak tekstur dari kue bika dan baiknya setelah adonan dituang ke loyang jangan diaduk lagi. Kalau dipatuhi maka bika ambon yang dibuat akan sempurna.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here