Emilyhillwriter.com, Bagaimana cara menyimpan ASI yang benar? ASI (air susu ibu) merupakan makanan terbaik untuk bayi yang baru lahir sampai dengan ia mampu memakan makanan lainnya. ASI eksklusif sebaiknya diberikan secara selama 6 bulan dan dilanjutkan hingga anak berusia 2 tahun.

ASI memang sebaiknya diberikan dalam kondisi yang segar dan langsung dari tubuh ibunya, namun bagi ibu yang bekerja tapi tetap ingin memberikan ASI kepada bayinya, tetap bisa dilakukan yaitu dengan cara memerah ASI tersebut dan menyimpannya di rumah. Sehingga bekerja bukanlah menjadi alasan yang dapat menghalangi Kamu untuk tetap memberikan ASI kepada bayi.

Bayi Asi
Bayi Asi

Tempat penyimpanan ASI perah pun saat ini sangat mudah sekali didapat dan dengan berbagai macam pilihan, seperti botol kaca, botol plastik, hingga kemasan plastik khusus untuk ASI. Namun Kamu juga tidak bisa sembarangan dalam menyimpan ASI hasil perah kamu, Sebaiknya hindarilah menyimpan ASI perah dalam botol atau plastik yang biasa digunakan untuk keperluan umum. Karena hal ini dapat memengaruhi kualitas ASI yang disimpan.

Cara Menyimpan ASI yang benar adalah sebagai berikut:

Jaga Kebersihan Kemasan

ASI sangat rentan terhadap bakteri, sehingga agar ASI perah yang disimpan bisa terjaga kualitasnya, lakukanlah sterilisasi botol bayi atau kemasan penampung ASI perah sebelum digunakan. Sterilisasi bisa dilakukan dengan merebus botol dan bagian pompa ASI yang bersentuhan dengan kulit dengan air panas yang mendidih sekitar 5-10 menit.

Selain dengan cara diatas, Kamu juga dapat menggunakan alat sterilisasi elektrik yang saat ini banyakdijual dipasaran. Namun jangan lupa untuk mengecek keamanan dan ketahanan kemasan botol penyimpanan ASI perah. Perlu hati-hati saat akan melakukan sterilisasi botol yang terbuat dari kaca karena lebih berisiko pecah.

Cara Menyimpan ASI
Cara Menyimpan ASI

Tak hanya menjaga peralatannya saja saat akan memerah ASI, hal lain yang tak kalah penting adalah menjaga kebersihan tangan saat akan memerah maupun saat menyimpan ASI dalam kemasan, hal ini dimaksudkan demi mencegah. Gunakanlah selalu sabun untuk mencuci tangan atau bisa menggunakan handsanitizer yang lebih praktis, serta selalu mencuci bersih setiap botol kemasan ASI sebelum di sterilisasi.

Jika ASI perah ingin dibekukan, maka sebaiknya masukkan botol yang berisi ASI perah langsung ke dalam freezer segera setelah diperah. Juga perlu diperhatikan, sebaiknya Kamu tidak mengisi penuh botol atau plastik kemasan. Kenapa demikian? ASI perah cenderung mengembang dalam keadaan membeku yang bisa mengakibatkan pecahnya botol kemasan.

Bila Kamu menyimpan ASI perah dalam kemasan plastik penampung ASI, maka tempatkanlah dalam kontainer ataupun kotak kemasan lain sebelum dimasukan ke dalam freezer, karena kemasan plastik lebih mudah mengalami kebocoran.

Waktu Penyimpanan

Cara menyimpan ASI perah sebaiknya disesuaikan dengan waktu penggunaannya. Bila ASI akan digunakan dalam waktu cepat, maka lebih baik tidak dimasukan ke dalam freezer. ASI perah memiliki ketahanan yang lumayan lama jika dalam kondisi dingin, dapat disimpan mulai dari beberapa jam bahkan hingga beberapa bulan, tergantung suhu penempatannya.

Tapi perlu diingat bahwa proses pembekuan ASI perah sangat memungkinkan hilangnya beberapa zat penting untuk menghalau infeksi pada bayi. Semakin lama ASI perah disimpan, baik didinginkan maupun dibekukan, akan menghilangkan kandungan vitamin C pada ASI. Tapi meski demikian, kamu tidak usah hawatir karena ASI perah yang sudah dibekukan itu, nilai gizinya masih jauh lebih baik dibandingkan susu formula.

Lakukan cara menyimpan ASI yang sesuai dengan panduan di atas. Selalu berhati-hatilah dalam setiap proses memerah ASI, karena salah dalam memerah ASI dapat mengakibatkan kerusakan ASI bahkan terkontaminasi yang berbahaya bagi bayi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here